Kanker Rahim Kanker Rahim

Kemoterapi adalah memasukkan obat-obatan melalui infus untuk membunuh sel-sel kanker. Efek samping yang paling sering terjadi adalah mual-muntah, mielosupresi (menekan produksi darah), kelelahan, rambut rontok dan sariawan. Hal ini terjadi karena obat kemoterapi tidak hanya membunuh sel kanker tapi juga sel normal yang ikut membelah cepat. Sifat efek samping ini tentunya hanyalah sementara, dan akan hilang ketika proses kemoterapi selesai.

Gejala paling umum dari kanker leher rahim (serviks) adalah perdarahan abnormal dari vagina atau flek (bercak) vagina. Perdarahan abnormal ini terutama terjadi setelah berhubungan seksual, namun dapat juga muncul sebagai perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, menorrhagia, atau bercak / perdarahan paska menopause. Bila perdarahan berlangsung dalam jangka waktu lama maka pasien dapat mengeluh lelah dan lemas karena anemia yang dialaminya.

Para penderita kanker rahim kerap menanyakan tentang pilihan makanan, aktivitas fisik dan suplemen apa yang dapat membantu mereka. Pengetahuan ini tentunya diharapkan dapat membantu mereka merasa lebih bugar dan meningkatkan kualitas hidup.

  • 2
  • 0
  • 1.1k

Berita tentang event yang akan datang dan yang sudah lewat yang perlu Anda tahu