4

Merespon Isi Diskusi

Kolom ini adalah tempat Anda mengirimkan tanggapan Anda mengenai diskusi Anda juga dapat melampirkan gambar, video atau kutipan. Klik Kirim untuk menerbitkan tanggapan Anda.

#1
[p]Hi Teman Sehat! Nama saya Rotua Ananda, panggil saja Nanda. Di sini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya melawan Leukemia. Semoga bisa bermanfaat.[/p] [p]Mei 2015, di umur 14 tahun, saya divonis terkena Leukemia ALL oleh dokter di sebuah rumah sakit di Penang, Malaysia. Waktu itu, di Indonesia tidak ketahuan sakit apa. Gejala yang saya alami adalah sakit di bagian pinggang. Sakitnya itu linu seperti di tusuk-tusuk.[/p] [p]Akhirnya kedua orang tua saya memutuskan agar saya menjalani kemoterapi. Apa sih kemoterapi itu? Bagaimana caranya? Apa yang akan terjadi setelah kemoterapi?[/p] [p]Banyak sekali timbul pertanyaan tentang kemoterapi di kepala saya. Tapi setelah saya menjalaninya, ternyata kemo itu hanya diinfus saja, hanya cairannya berbeda. Cairan yang dimasukkan selama kemo adalah obat untuk melawan sel kanker. Dan ternyata kemo itu memiliki efek samping. Efek yang saya rasakan itu mual, muntah, diare, pusing, sariawan, demam, rambut rontok, hingga lumpuh. Ada saat di mana saya merasa [i]down[/i], tapi semua itu saya lewati dengan ikhlas dan sabar.[/p] [p]Soal rambut rontok, dari awal saya memang sudah tau kalau nantinya itu akna terjadi. Sampai tiba saatnya rambut saya rontok dahsyat pada kemo ke-6. Perasaan saya sedih bahkan sempat menangis. Saya sempat ingin mempertahankan rambut ini hingga botak sendiri, tapi dipikir-pikir malah risih juga. Akhirnya, saya putuskan untuk memanggil tukang cukur dan mencukur habis rambut saya. Saya pun botak tapi saya sudah ikhlas. Toh nanti juga rambut saya tumbuh lagi. Anggap saja penampilan baru, hehehe…[/p] [p][i]Drop[/i] pun menghampiri saya, sampai saya lumpuh. Bahkan dokter bilang saya tidak bisa berjalan lagi. Saat itu saya nangis dan sempat berpikir tidak mau melanjutkan kemo lagi. Tapi pikiran saya bodoh. Dokter bukan Tuhan yang bisa menentukan segalanya. Saya pun bangkit dan menepis semua kata-kata dokter dan berjanji akan bisa berjalan lagi. Di rumah sakit, saya rajin latihan menggerak-gerakan kaki. Saya juga belajar jalan di koridor sambil memegang gagang infus. Dengan rajin saya berlatih jalan di rumah sakit dan di rumah. Seiring berjalannya waktu, saya bisa berjalan normal kembali.[/p] [p]Setelah divonis dengan kanker, sebenarnya saya ingin sekali melanjutkan sekolah. Semangat saya selalu berkobar-kobar mengenai sekolah. Tapi setelah tahu risiko dan kondisi saya pada saat itu, yaitu kelumpuhan dan rambut rontok parah, saya urungkan lagi niat untuk sekolah. Sehat dulu baru bisa sekolah dan melakukan kegiatan lainnya. Kan sukses itu bukan dari sekolah saja.[/p] [p]Apa sih yang gak bisa kita capai kalo kita berusaha? Begitupun dengan sakit ini. Yakin kita bisa dan sehat kembali :)[/p] [p]So, Teman Sehat, kunci melawan si kanker itu adalah semangat, ikhlas, dijalani, dan banyak makan. Tentunya makan makanan yang bergizi. Tentang makanan yang baik untuk melawan kanker, akan saya ceritakan lebih lengkap di diskusi lain ya :)[/p] [p]Terakhir, selain berusaha kita juga haru berdoa kepada Sang Pencipta. Karena Ia tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan kita! Sekarang saya sudah sehat dan dinyatakan bersih dari kanker tapi saya tetap menjalani sampai tuntas.[/p]